Hari ‘Akhir atau Belum?

‘Aku tidak memahami, tidak begitu mengerti .. Yang pasti dulu ketika terdapat masalah ditempat pengajian, tak ada tempatku mengadu selain kepada ‘Allah .. Maka kupinta saja pengadilan ‘Akhirat. Dan waw, Allah benar-benar mengabulkan-Nya . Dan ‘Alhamdulillah, I Win 😀 . Itu saja yang ‘aku butuhkan, inginkan, Penjelasan bahwasan-nya sikap dan tindakanku, berpegang teguh dalam hukumnya, walaupun aku dihina, adalah kebaikan… Bagiku aku sudah mendapatkan dan dikabulkan-Nya apa yang ku do’akan dan kupinta. ‘Aku tak memahami Selebihnya. ini ‘adalah kesimpulan yang ku dititipkan-Nya untuk dapat dimanfa’atkan :

  1. ALLAH

Iqrar

بسم الله الرّحمٰـِن الرّحِيْمِ

Mohon ma’af ‘atas Kesalahpahaman yang terjadi, memang dari ‘atas ternyata sedang mencari jarum ditumpukan jerami, Dan dalam upaya-nya, Dilakukan-lah semacam test pelatihan dilapangan. Saya sungguh sangat amat mensyukuri hasil dari ujian tersebut. Luar biasa dalam prosesnya, luar biasa pula hasilnya. Sungguh saya baru memahami bahwa hal ini adalah tidak dapat dibeli dengan uang, dan saya dapat memakluminya . Serta berterima kasih kepada semua pihak yang ikut serta.

Terima Kasih

1 4 3836 3856

Galih Al-fattah Bestari

151 3793 3802

Hukum Waris Berdasarkan A1 Qur ‘an

ڊـسم الله الرّحمٰن الرّحيم

اقر١ باسْمِ مِنَ السمآءِ مَآ ءً مَّبركت الله

عادلة ذٰلك أنّ ابن ابن بابٌ بسم الله

دالم واريس , دالم وارث , دالم واريث

Isnad

referensi :

Al-Qur’an : Annisa : 12,11, 176 . Surat 2,4,3,3,2 .

Faraidh

Surat hukum Residensi

Asababub Nuzul:

Surat Qaf : ayat 9

Pembantahan terhadap Alqur’an (Kitab al-‘ahkan hal. 2)

“ا‍لراء فی القران کفر”

By: Galih Al-fattah Bestari (GK1 Kebon Jeruk), Hafidz Al-aahkam.

:

حوكوم واريس / ا‍لوراث حارتا بردسركن ٔ١لقرءان

Dilarang menafsirkan materi ini selain Ahli atau asli pengguna bahasa Indonesia. pahami secara menyeluruh

السلم الىكم واراحمته اللّٰ‍‌‍ه ِوابالْأَرْكته

Diantara amanah TUHAN yang tertinggi, adalah masalah hukum waris menjadi hal yang paling penting untuk dikaji, kegagalan didalamnya akan membuahkan tumbuhnya ‘bisnis’ dalam memutuskan hubungan rumah tangga, dan berjualan kata “murtad” , Oleh karena itu, saya menyampaikan amanah ini, tentang hukum waris berdasarkan Surat ‘Annisa, Dengan niat karena ALLAH semata.

Waris dalam A1-Qur ‘an adalah hukum yamg didalamnya ALLAH tidak menyebutkan hukum mewariwi bagi umat islam saja. melainkan teruntuk apapun kepercaya’an-NYA. Karena sesungguhnya dalam hukum waris, saya tidak menemukan firman ALLAH yang mengatur hukum WARIS yang diatur berdasarkan AGAMA, melainkan berdasarkan tali RAHIM, tidak peduli apapun agamanya, mau berbeda agama, mau (katanya) gay, tidak normal, gila, apapun alasannya, selama dilahirkan oleh, dan atau melahirkan anak, tetaplah tidak terlepas hak-nya.

Dalam muqaddimah ini saya sekaligus ingin menyampaikan bahwasannya, didalam hukum waris Surat ANNISA, yang berhak mewaris adalah Pasangan (istri), atau suami

Anak, dan orang tua.

Sedangkan saudara kandung se ayah masuk dalam Kalalah surat Annisa 176. (Fara’idh adalah yang membahas detil perihal kalalah).

Saya disini hanya berniat menyampaikan kebenaran, ntah akan diterima atau tidak, saya tidak peduli.

sungguh, jika se’andainya mereka tahu kerusakan jenis apa dan sebesar apa yang mereka perbuat. sayangnya, hukum ALLAH ini hanya di’izinkan bagi orang yang ber’akal dan berhati nurani.

لبـسْم‌اللّٰ‍‌‍هِ‌الر‍‌َّحْمٰ‍‌نِ‌الرَّحِيم

=====hukum waris=====

Ini gambarnya,

Dalam surat Annis ayat 11, dibagian akhir ayat ALLAH SWT berfirman: “…… (Ini adalah) KETETAPAN (فريضة) dari ALLAH, sungguh ALLAH maha mengetahui, maha bijaksana”

penjelasannya disini

additional 26 sept 2020:

detail Hukum mansuknya wasiat kepada pasangan (diganti menjadi waris) di kitab adillat halaman 3 dr belakang.

additional 28-10-2020:

  • manskukh dalam adillah bagi saya adalah, Halaman 94 hasil mansukh halaman 93, halaman 93 hasil mansukh halaman 92. Jadi memang dalam Alqur’an tidak ada mansukh. dibuat untuk ‘menandai’ yang Jahil terhadap HUKUM-nya.
  • Penggantian hukum menjadi yang lebih baik, adalah hukum bagi bani israil yang (ma’af) saling membunuh, menjadi puasa 3 bulan .

Additional:

  • Prinsipnya, warisan memang tidak akan pernah menuju keluar keluarga kandung. (Adillat mengatakan: Keturunan dari, Anak Dari, dan saya), ini sesuai dengan Annisa ayat 11, 12, yang mengatur pembagian waris HANYA kepada anak turun kandung. dan ALLAH tidak menyebutkan hukum ini berlaku bagi islam saja, tapi berlaku se’adil2nya, bagi seluruh keyakinan. karema Alqur’an, adalah kitab yang diciptakan ALLAH, yang mengatur ‘umat , seluruhnya.

Walaupun perhitungannya sederhana, namun Saya belum menemukan cara yg cukup mudah untuk merangkumnya ke dalam 1 video. cara termudah untuk anda pahami adalah:

prinsipnya: Masalah warisan di A1 Qur’an, ALLAH memprioritaskan anak yg ditinggalkan, Lalu orang tua, <<<kalau keduanya tidak ada, baru masuk ke kalalah (saudara kandung asli/ detail faro’idh), tidak ada celah bagi yang selain itu (didalam Alqur’an), termasuk tidak persaudara’an karena ‘agama karena yang lain hal tidak ada celah.

  • Silahkan share case anda, ke andromeda.empatenam@yahoo.com, kan saya perhitungkan, dan akan saya posting , gratis, ini cara termudah untuk menjelaskan-nya soal warisan ini.

Pesan saya, Bagi yang mau main-main disini, itu hak anda. Saran saya adalah, Mulailah berlatih

jadi wali (orang tua) yang sebenar-benarnya,

Anggap anak sendiri. dengan begitu, anda memiliki hak passive income, ALL win… (ini serius, saya tidak bermaksud menyinggung). bisnis di area ini awal tanda kiamat. tidak saya jelaskan disini

—/———Sekian———–/—–

Saya sudah buktikan, (dengan izin ALLAH) bahwa Umat muslim yang benar datang dengan membawa solusi praktis. yang jika berdasarkan A1- Qur’an, maka PASTI sesuai dengan hati nurani setiap manusia, disetiap generasi dari manapuun, dan apappun kepercaya’an anda.

oleh: galih A1❤️Fattah bestari

(GK) Generasi Khusus ¹st

  • K. Akham Al-sunan
  • K. Kitabusholah
  • K. Adillat
  • A1❤️ Qur `an
  • سند الْاٰحَديث جَمَعَ ~رسول‌اللّٰ‍ه ­صَل­ی­‌اللَّ­هُ ­وسلـ­‍م عل­یه­
  • K. Nawafil
  • امنت الل‍‌‍ه ❤️ عن بْنِ‌أَبِی‌‍
  • K. Imaroh

Penjelasan dan Konsultasi:

0812 9176 8887

Keyword:

الفرoئض
١َلْفرائض
الذِّـسآء
فَكُلُوْ٥ُ
وَلِلذّ‌ِ‍سَآ

Qala salasa
فَ‍ٰالَ ثلث
قَ‍ٰالَ ثلث
ثا‍ہث (silsilah) (dari ayat 3)

فكلو٥ (ayat 4)

ﻧﺼﻒ ١/٢ = ﻫﺎﻑ = Half

ﺛﻠﺚ ١/٣ = ﻭﻥ ﺛﻴﺮﺩ = One-third

ﺭﺑﻊ ١/٤ = ﻭﻥ ﻓﻮﺭﺙ = One-fourth

ﺧﻤﺲ ١/٥ = ﻭﻥ ﻓﻔﺚ = One-fifth

ﺳﺪﺱ ١/٦ = ﻭﻥ ﺳﻜﺚ = One-sixth

ﺳﺒﻊ ١/٧ = ﻭﻥ ﺳﻔﻨﺚ = One-seventh

ﺛﻤﻦ ١/٨ = ﻭﻥ ﺁﻳﺚ = One-eighth

ﺗﺴﻊ ١/٩ = ﻭﻥ ﻧﺎﻳﻨﺚ = One-nineth

ﻋﺸﺮ ١/١٠ = ﻭﻥ ﺗﻨﺚ = One-tenth

أحمد بن إبراهيم بن ملحان ، حدثنا ابن بكير ، حدثني الليث ، عن عقيل ، عن ابن شهاب أنه قال : أخبرني سالم بن عبد الله ، عن عبد الله بن عمر ، عن رسول الله عنه أنه قال : « لا تبيعوا الثمر حتى يبدو صلاحها ولا تبيعوا الثمر بالتمر ) (1) . — -“. مر ١٢ ١٩ ـ وبهذا الإسناد ، عن سالم ، قال : أخبرني عبد الله ، عن زيد بن ثابت ، عن رسول الله عيَة أنه رخص بعد ذلك في العريّة بالرطب أو التمر ولم – . “يُرخص في غير ذلك ١٩١٣ – أخبرنا أبو الحسن محمد بن الحسين العلوي ، أخبرنا أحمد بن محمد بن الحسن الحافظ ، حدثنا محمد بن يحيي الذهلي وأحمد بن يوسف السلمي ، قالا : حدثنا محمد بن يوسف ، حدثنا سفيان ، عن يحيي بن سعيد ، عن نافع ، عن ابن عمر ، عن زيد بن ثابت ، قال : رخص رسول الله عيَة أن تباع العرايا يخرصها ١٩١٤ ـ أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ، حدثنا أبو بكر بن إسحاق ، أخبرنا موسى ابن الحسين بن عباد ، (ح) قال : وأخبرنا محمد بن صالح بن هافة، ، حدثنا محمد ابن عمرو الحرشي ، حدثنا القعنبي ، أخبرنا سليمان بن بلال ، عن يحيى بن سعيد ، عن بشير بن يسار ، عن بعض أصحاب رسول الله علَّكُمْ مِن أهل داره منهم سهل بن أني حثمة أن رسول الله عَلَيْتُهُ نفى أن يباع التمر بالنمر . قال : (1) أخرجه البخاري في البيوع ، الحديث ( ٢١٩٤ ) – باب «بيع الثمار قبل أن يبدو صلاحها ، فتح الباري ( 4 : ٢٩٤ ) ، ومسلم في البيوع ( ٣ : ١١٦٥ ) – باب و النهي عن بيع النار قبل بدو صلاحها » . (٢) رواه البخاري في البيوع – باب « بيع المزابنة ، وهي بيع التمر بالتمر وبيع الربيب بالكرم وبيع العرايا ) عن يحيي ابن بكير ، وعن القعنبي ، وفي باب «تفسير العرايا ) عن محمد ، وفي كتاب الشرب – باب «الرجل يكون له ممز أو شرب في حائط أو في تخل ، عن محمد بن يوسف ، وفي البيوع – باب «يع الزبيب والطعام بالطعام ، عن أي النعمان . وأخرجه مسلم في البيوع رباب «النبى – عن بيع النار قبل بدو صلاحها بغير شرط القطع ، – وباب «تحريم بيع الرطب بالثمر إلا في العرايا ) ، والترمذي في البيوع ـ باب «ماجاء في العرايا والرخصة في ذلك ، ، وهو في الموطأ في كتاب البيوع – باب «لايبيع حاضر لباد ، ، وأخرجه النسائي في البيوع – باب «يع الكم بالزيب وباب «يع العريا يخرصها ، ، وابن ماجه في التجارات – باب «بيع العريا يخرصها ثمراً ، .